Aku teringat lagi hari itu, puluhan tahun yang lalu..berangkat sekolah dengan seragam merah-putih yang separuhnya ternoda karena minyak…sudah dicoba digosok dengan air, selain tak hilang malah membentuk garis-garis kusut yang menyurutkan usahaku untuk menghapusnya. Akhirnya memakainya saja dan pasrah dengan keadaan yang ada. Meski rasa malu tak mampu disembunyikan namun bujukan papi untuk tetap ke sekolah dengan kondisi itu membuatku melangkah dengan lemas menuju sekolah..
Masih teringat saat itu aku berharap angin mengeringkan dan mampu menghilangkan noda yang ada. Namun kering tetap memelihara bekas minyak dengan jelas bahkan jaket tak mampu menutupinya. Hari itu dipenuhi kesedihan, sambil melangkah menuju sekolah airmata terus turun dan lengan tak berhenti menyeka basahnya pipi. Betapa seringnya dunia terasa tak adil bagi kita…
Masih teringat saat itu aku berharap angin mengeringkan dan mampu menghilangkan noda yang ada. Namun kering tetap memelihara bekas minyak dengan jelas bahkan jaket tak mampu menutupinya. Hari itu dipenuhi kesedihan, sambil melangkah menuju sekolah airmata terus turun dan lengan tak berhenti menyeka basahnya pipi. Betapa seringnya dunia terasa tak adil bagi kita…



